oleh Nurbayti Rahmah
Martapura — SLB Negeri 2 Martapura melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) pada 3–5 September 2025 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam implementasi Pembelajaran Mendalam dan penguatan perencanaan pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Kegiatan IHT ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh guru untuk memperdalam pemahaman konsep pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian hasil belajar, tetapi juga pada makna, proses, dan pengalaman belajar yang relevan bagi peserta didik. Implementasi pembelajaran mendalam dinilai sangat urgen diterapkan di satuan pendidikan khusus karena mampu mendorong peserta didik belajar secara bermakna, kontekstual, serta berkelanjutan sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing.
IHT diawali dengan penyampaian kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan oleh H. Fahruddinor, S.Sos., M.AP, Kepala Bidang Pembinaan GTK. Materi ini menegaskan arah kebijakan pengembangan profesional guru serta pentingnya transformasi pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Selanjutnya, Muryanta, S.Pd, selaku Pengawas Pembina SLB Negeri 2 Martapura, memberikan pengarahan tentang Pembelajaran Mendalam, dengan penekanan bahwa proses belajar harus memberi ruang pada pemahaman yang utuh, reflektif, dan bermakna bagi peserta didik, bukan sekadar menyelesaikan target materi. Dari unsur internal sekolah, Hj. Marsyidah, S.Pd, selaku PLT Kepala SLB Negeri 2 Martapura, menyampaikan materi Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah sebagai pijakan bersama dalam mewujudkan pembelajaran mendalam yang selaras dengan arah pengembangan sekolah dan kebutuhan peserta didik SLB.
Penguatan teknis pembelajaran disampaikan oleh H. Fauzul Adhim, M.Pd, Kepala SLB A Negeri 3 Martapura, melalui materi Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang adaptif dan kontekstual. Selanjutnya, Teguh Imam Susanto, S.Pd, memaparkan secara komprehensif materi Konsep Pembelajaran Mendalam, Konsep Dasar dan Perancangan RPM, hingga Praktik Penyusunan RPM yang aplikatif dan mudah diimplementasikan oleh guru. Melalui rangkaian kegiatan IHT yang berlangsung selama tiga hari ini, guru diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan praktis dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih bermakna, terencana, dan berdampak langsung pada perkembangan peserta didik.
Kegiatan IHT ini menjadi bagian dari komitmen SLB Negeri 2 Martapura dalam membangun budaya belajar guru yang berkelanjutan serta menghadirkan pembelajaran mendalam yang humanis, inklusif, dan berpusat pada peserta didik, sejalan dengan semangat transformasi pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan khusus.
Martapura, September 2025

