oleh : Adelia Ananda Putri

Martapura, 14 Agustus 2026 — SLB Negeri 2 Martapura menjadi salah satu satuan pendidikan yang dipercaya sebagai tempat pelaksanaan Magang Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir Tahun 2026. Kegiatan magang ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi pendidik dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di satuan pendidikan.
Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan magang dirancang sebagai sarana bagi para peserta untuk memperoleh pengalaman nyata, memperluas wawasan, serta mempelajari berbagai praktik penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam kegiatan tersebut, peserta magang terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama didampingi oleh Ibu Adelia Ananda Putri, S.Pd., dengan anggota Bapak Arpani, Ibu Noorhidayati, Ibu Rabiatul Adawiyah, Ibu Leny Zubaidah, dan Ibu Silvia Uyani.
Sementara itu, kelompok kedua didampingi oleh Ibu Widya Febrianti, S.Pd., dengan anggota Bapak Yuda Rusfananda, Ibu Hanny Maya Sari, Ibu Lilis Suryani, dan Ibu Noor Afifah Azizatin.


Pada hari pertama, para peserta magang disambut dengan baik oleh Kepala SLB Negeri 2 Martapura, Ibu Septi Aryanti, M.Pd. Kegiatan diawali dengan orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah bersama kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai profil sekolah, visi dan misi, struktur organisasi, serta berbagai layanan pendidikan khusus yang diselenggarakan di SLB Negeri 2 Martapura.

Peserta juga berkesempatan melakukan observasi terhadap berbagai fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran yang tersedia di sekolah, di antaranya ruang kelas, ruang terapi, serta ruang keterampilan. Kegiatan orientasi ini memberikan gambaran secara langsung mengenai pengelolaan satuan pendidikan khusus serta lingkungan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Pada hari-hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan observasi proses pembelajaran dan pengamatan layanan Program Kebutuhan Khusus. Peserta magang mengamati secara langsung berbagai strategi, pendekatan, serta layanan yang diberikan oleh guru dalam mendukung perkembangan dan kemandirian peserta didik. Melalui kegiatan observasi tersebut, peserta dapat melihat penerapan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing peserta didik.



Kegiatan magang kemudian ditutup dengan berbagi praktik baik. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman, wawasan, dan strategi dalam penyelenggaraan pendidikan yang ramah terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan dapat menjadi inspirasi dan bekal bagi peserta untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Secara keseluruhan, Magang Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir Tahun 2026 di SLB Negeri 2 Martapura berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar bagi para peserta magang, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Pihak SLB Negeri 2 Martapura menyambut baik pelaksanaan kegiatan magang ini dan berharap pengalaman selama berada di sekolah dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Semoga SLB Negeri 2 Martapura dapat memberikan kesan yang baik serta menjadi salah satu sumber inspirasi bagi para peserta dalam mengembangkan praktik pendidikan inklusif di satuan pendidikan masing-masing. Berbagai praktik baik yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik di lingkungan kerja masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin baik antara SLB Negeri 2 Martapura, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan, serta para pendidik peserta pelatihan dalam bersama-sama memperkuat penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
