SLB Negeri 2 Martapura Gelar Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja pada Kelompok Risti

Oleh: Putri Hana Aqmarina, S. Pd dan Nurbayti Rahmah, S. Pd

Martapura, 20 Agustus 2026 — SLB Negeri 2 Martapura menerima kunjungan Tim BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan dalam kegiatan “Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja pada Kelompok Risti” dengan tema Kesehatan Reproduksi untuk Anak Remaja di Sekolah Luar Biasa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 ini menjadi salah satu upaya memberikan pemahaman yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta perlindungan diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini, S.Psi., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja, termasuk remaja pada kelompok risiko tinggi (Risti).

“Dari kementerian saat ini akan concern kepada anak remaja, tidak hanya pada anak umum, tetapi juga pada anak-anak di Sekolah Rakyat dan Sekolah Luar Biasa. Dengan metode khusus dan cara yang spesial, kita memberikan pembelajaran. Semoga anak-anak kita bisa menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan bagi kita semua, khususnya di Kalimantan Selatan. Dengan kesabaran, kita membimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Lisna Prihantini.

Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Edukasi kesehatan reproduksi tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga membutuhkan metode pembelajaran yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Selanjutnya, Kepala SLB Negeri 2 Martapura, Ibu Septi Aryanti, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan beserta tim yang telah berkenan hadir dan memberikan edukasi secara langsung kepada peserta didik SLB Negeri 2 Martapura.

“Sebelumnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena Ibu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan beserta tim berkenan untuk menjadi narasumber dan memberikan edukasi kepada murid-murid kami. Semoga setelah kegiatan hari ini, guru-guru kami mampu memberikan pendampingan terhadap anak didik kami dan penyampaian yang lebih mendalam ketika di kelas. Kepada orang tua/wali murid juga nantinya diharapkan dapat mendampingi anak-anaknya ketika di rumah,” ungkap Ibu Septi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik mendapatkan materi mengenai masa remaja sebagai masa transisi, yaitu masa peralihan yang ditandai dengan berbagai perubahan dari aspek fisik, mental, dan sosial. Remaja perlu mendapatkan pemahaman yang benar agar mampu mengenali perubahan pada dirinya serta belajar menjaga dan melindungi dirinya.

Materi juga membahas pentingnya mengenal organ reproduksi dan perubahan tubuh, menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan cara buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) yang benar, serta menjaga kebersihan pakaian dan diri sendiri.

Selain itu, peserta didik diperkenalkan dengan 12 hak reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai hak setiap individu untuk memperoleh informasi dan layanan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi secara tepat dan bertanggung jawab.

Pembahasan juga mencakup delapan isu kesehatan mental remaja, sehingga peserta didik diharapkan semakin mampu mengenali kondisi diri, memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, serta mengetahui kapan dan kepada siapa mereka dapat meminta bantuan ketika menghadapi permasalahan.

Tidak kalah penting, peserta didik juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan, antara lain perdagangan manusia, kekerasan verbal, dan perundungan (bullying). Edukasi ini diharapkan dapat membantu anak mengenali tindakan yang tidak aman, memahami pentingnya menjaga diri, serta berani mencari pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja pada kelompok Risti ini menjadi bagian penting dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik berkebutuhan khusus. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memberikan pendampingan yang berkesinambungan, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan, melindungi diri, serta berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *