oleh Adelia Ananda Putri

Pada hari Senin, 11 Agustus 2025, Tim Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pendidikan Reproduksi bagi Anak Disabilitas Intelektual di SLB Negeri 2 Martapura. Kegiatan ini dipandu langsung oleh tiga dosen, yaitu Ibu Yuniarti, SKM., M.PH, Erni Yuliastuti, S.SIT, dan Suryanti, AmD.Keb. Kehadiran tim dosen ini menjadi wujud nyata kepedulian perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak berkebutuhan khusus, khususnya dalam memahami kesehatan reproduksi dengan pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Peserta kegiatan ini adalah 30 siswi perempuan SLB Negeri 2 Martapura, yang berasal dari jenjang pendidikan mulai dari kelas 5 SD hingga kelas 12 SMA. Sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman sederhana namun mendasar mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan reproduksi. Materi yang disampaikan mencakup berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, antara lain tentang bagian-bagian tubuh yang boleh disentuh dan bagian yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, pentingnya menjaga kebersihan tubuh dengan cara mengganti pakaian secara rutin, mandi minimal dua kali sehari, serta tidak lupa dengan kebersihan kuku. Selain itu, topik khusus tentang kebersihan ketika sedang menstruasi juga menjadi bagian penting yang dibahas, mengingat banyak anak yang masih membutuhkan pengetahuan dan bimbingan praktis terkait hal ini.

Para peserta diajak bersama-sama menyanyikan lagu “Sentuhan Boleh dan Tidak Boleh” agar semakin mudah memahami materi yang disampaikan, sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Melalui lagu tersebut, anak-anak tidak hanya bernyanyi, tetapi juga belajar mengenali bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang harus dilindungi. Aktivitas ini membuat mereka lebih bersemangat, rileks, dan mampu menangkap pesan penting dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Selain itu, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan anak-anak sebelum dan sesudah kegiatan, tim dosen juga menyiapkan pre test dan post test. Pre test diberikan sebelum materi dimulai dengan tujuan mengetahui pemahaman awal siswa. Setelah materi selesai disampaikan, para siswa kembali diberikan post test sebagai evaluasi dan tolak ukur peningkatan pengetahuan mereka.

Tidak hanya itu, tim dosen juga memberikan reward berupa hadiah kecil bagi siswa yang berani menjawab pertanyaan. Hal ini menjadi pemicu semangat anak-anak untuk lebih aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mendapat bingkisan dari tim dosen sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar mereka terus menjaga kebersihan diri dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk perhatian lebih, tim dosen menyerahkan media ajar kepada pihak sekolah. Media ini diberikan bukan hanya sebagai kenang-kenangan, tetapi juga agar edukasi yang sudah diberikan tidak terhenti hanya pada saat kegiatan sosialiasi, melainkan bisa berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh siswa di SLB Negeri 2 Martapura.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar, penuh semangat, dan meninggalkan kesan positif baik bagi siswa maupun pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, SLB Negeri 2 Martapura berharap seluruh siswa dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan reproduksi, serta mampu melindungi diri dari hal-hal yang dapat merugikan mereka.

