Oleh Fauzan Ramadhani
SLB Negeri 2 Martapura melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema kewirausahaan dengan topik “Membuat Keripik Pisang Asin dan Karamel” pada hari Selasa, 25 Februari 2025, serta “Pengemasan Keripik Pisang” pada hari Rabu, 26 Februari 2025. Target kegiatan ini mencakup seluruh murid SDLB, SMPLB dan SMALB.
Hari Selasa, 25 Februari 2025
Tema kegiatan pada hari pertama adalah Membuat Keripik Pisang Asin dan Karamel.
Para peserta didik belajar mulai dari memilih bahan pisang yang tepat, mengupas, mengiris, hingga mengolahnya menjadi keripik dengan dua varian rasa, yaitu asin gurih dan manis karamel. Dalam kegiatan ini, guru membimbing secara langsung proses pembuatan sehingga anak-anak dapat berlatih motorik halus, melatih kesabaran, serta mengembangkan keterampilan dalam mengolah makanan.

Hari Rabu, 26 Februari 2025
Tema kegiatan pada hari kedua adalah Pengemasan Keripik Pisang.
Setelah berhasil membuat keripik, peserta didik diajak belajar bagaimana mengemas produk makanan agar terlihat menarik, higienis, dan layak jual. Anak-anak dikenalkan dengan berbagai jenis kemasan sederhana, penggunaan label, serta pentingnya menjaga kebersihan dalam mengemas produk.

Tujuan Kegiatan P5 Keripik Pisang ini diantaranya untuk;
- Menumbuhkan sikap mandiri, gotong royong, dan kreatif sesuai nilai Profil Pelajar Pancasila.
- Memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk makanan.
- Melatih keterampilan motorik, konsentrasi, serta kemandirian anak melalui kegiatan praktik.
- Mengenalkan dasar-dasar kewirausahaan sederhana yang dapat bermanfaat di masa depan.
- Melatih Kebersamaan dalam pembagian tugas sebagai bekal pengalaman bekerja di masa depan.

Adapun Manfaat Kegiatan P5 Keripik Pisang ini yakni ;
- Bagi peserta didik: menambah keterampilan baru, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat untuk berkarya dan mandiri.
- Bagi sekolah: kegiatan ini menjadi sarana implementasi nyata kurikulum merdeka melalui P5, yang menekankan pembelajaran kontekstual dan menyenangkan.
- Bagi lingkungan sekitar: dapat menjadi inspirasi dalam memanfaatkan potensi lokal (pisang) menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

