Oleh Fauzan Ramadhani
Kekayaan Budaya Indonesia tidak pernah ada habisnya, setiap daerah pun memiliki kearifan lokalnya masing-masing, termasuk Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dalam rangka pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SLB Negeri 2 Martapura mengadakan kegiatan berbasis kearifan lokal dengan mengangkat tema kuliner tradisional Banjar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Januari 2025 dengan tema “Membuat Mageli Khas Kabupaten Banjar dari Olahan Kacang Putih”, serta pada Rabu, 22 Januari 2025 dengan tema “Membuat Kroket dari Ubi Kayu yang Gurih”.


Hari Selasa, 21 Januari 2025
Tema kegiatan pertama adalah Membuat Mageli Khas Kabupaten Banjar dari Olahan Kacang Putih.
Peserta didik dikenalkan pada salah satu makanan tradisional yang mulai jarang ditemui, yaitu Mageli. Anak-anak belajar mulai dari memilih kacang putih, merendam, menhaluskan, membumbui, hingga menggoreng menjadi Mageli yang gurih dan khas. Guru membimbing secara langsung setiap tahap agar anak dapat memahami proses pembuatan makanan tradisional sekaligus melatih keterampilan motorik dan konsentrasi.

Hari Rabu, 22 Januari 2025
Tema kegiatan kedua adalah Membuat Kroket dari Ubi Kayu yang Gurih.
Peserta didik diajak memanfaatkan hasil bumi lokal, yaitu ubi kayu, untuk diolah menjadi kroket sederhana. Mereka belajar mengupas ubi, mengolah dengan cara dihaluskan baik dengan blender maupun dengan ulekan tradisional, membentuk adonan, hingga menggorengnya menjadi kroket yang lezat. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan memasak, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur terhadap hasil alam sekitar.

Tujuan Pembelajaran P5 Kearifan Lokal Mageli dan Kroket adalah;
- Menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal dan warisan kuliner tradisional Banjar.
- Melatih keterampilan hidup melalui pengolahan bahan pangan sederhana.
- Membiasakan peserta didik bekerja sama, bergotong royong, dan saling membantu.
- Menumbuhkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila: mandiri, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, serta berkebinekaan global.
Manfaat Kegiatan P5 Kearifan Lokal Mageli dan Kroket yaitu;
- Bagi peserta didik: mendapatkan pengalaman praktik langsung, menambah keterampilan memasak, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui hasil karya mereka.
- Bagi sekolah: menjadi bentuk nyata implementasi P5 yang menekankan pembelajaran kontekstual, menyenangkan, serta berbasis budaya lokal.
- Bagi lingkungan sekitar: melestarikan makanan tradisional Mageli dan Kroket agar tetap dikenal generasi muda, sekaligus menginspirasi pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai peluang usaha.

