“Sekolah Hidupkan Warisan Permainan Tradisional Lewat P5 Kearifan Lokal”

oleh : Dina Fuji Utami

(Siswa/i bersama Nanang Galuh Kab. Banjar, 20 November 2024)

Permainan tradisional saat ini sudah mulai jarang dikenal oleh Siswa/i bahkan terancam punah. Anak-anak lebih sering bermain dengan gawai- gawai yang saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini menyebabkan anak-anak zaman sekarang menjadi kurang bergerak dan jarang berinteraksi dengan sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut, sekolah membuat kegiatan P5 Kearifan Lokal dengan tema “Kita Cubai Mainan Jaman Bahari” yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 November 2024.

(Galuh Gina memberikan edukasi mengenai permainan tradisional dan kebudayaan Banjar, 20 November 2024)

Pada hari pertama, sekolah berkolaborasi dengan Nanang Galuh Kab. Banjar dalam memberikan wawasan pengenalan permainan tradisional. Pada kegiatan tersebut Nanang Gina memaparkan materi tentang permainan tradisional ular tangga. Permainan ular tangga dikemas menarik oleh Galuh Gina yang mana menambahkan unsur kebudayaan Banjar dan Siswa/i menyimak dengan antusiasnya.

(Siswa/i mencoba permainan ular tangga dengan perasaan senang)

Selanjutnya, pada hari kedua siswa/i mencoba berbagai macam permainan tradisional antara lain permainan Dakuan (Congklak), Intingan (Engklek), Bakaleker (Main Kelereng) dan Tali Ulay.

(Keseruan siswa mencoba bermacam permainan tradisional, 21 November 2024)

Koordinator Projek P5 Ibu Hana & Ibu Fuji mengatakan bahwa “jika siswa/i dapat lebih sering bermain permainan tradisional ini tentunya dapat mengurangai pemakaian gadget karena banyak aktifitas yang dilakukan di luar rumah dan dilakukan bersama orang banyak. Hal ini akan membuat anak lebih banyak bergerak secara fisik. Selain itu, permainan tradsional juga dapat membantu meningkatkan kreativitas anak, karena biasanya alat yang digunakan dalam permainan tradisional biasanya harus dibuat sendiri oleh pemain atau menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar. Banyaknya manfaat permainan tradisional bagi anak-anak menjadi salah satu alasan penting untuk perlunya dikenalkan kepada peserta didik tentang permainan yang ada di lingkungan sekitar khususnya permainan tradisional dari suku Banjar.” Tutur Ibu Hana & Ibu Fuji.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *