Kelola Sampah untuk Dunia : Siswa Belajar Kelola Sampah dengan Bijak

Oleh : Dina Fuji Utami

Permasalahan membuang sampah sembarangan di kalangan siswa semakin mengkhawatirkan. Banyak siswa yang acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar, Sampah berserakan di kelas, di kantin, bahkan di halaman sekolah menjadi pemandangan yang umum. Perilaku ini tidak hanya merusak keindahan lingkungan sekolah, namun juga menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan. Melihat kondisi ini, kita perlu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Maka dari itu sekolah melakukan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Gaya Hidup Berkelanjutan dengan tema “Kelola Sampahmu untuk Dunia”.

(Hari Pertama Kegiatan P5 Kelola Sampah untuk Dunia – 29 Oktober 2024)
(Hari Kedua Kegiatan P5 Kelola Sampah untuk Dunia – 30 Oktober 2024)

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29-30 Oktober 2024. Pada kegiatan tersebut siswa diajak memahami pentingnya gaya hidup berkelanjutan dengan mendatangkan langsung narasumber dari Bank Sampah Sekumpul yaitu Ibu Gusti Rahmah. Beliau memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar, dimulai dari cara memilah sampah hingga memilih sampah sebelum membuangnya.

(Narasumber Ibu Gusti Rahmah saat memberikan materi tentang Bijak Memilah dan Mengolah Sampah – 29 Oktober 2024)
(Siswa/i SLBN 2 Martapura belajar memilah sampah organik, anorganik dan B3)

Kegiatan dikemas dengan cara yang mengasikan dan seru sehingga siswa dapat memahami pilah pilih sampah dengan baik. Selain itu siswa juga diajak melakukan kerja bakti dan memilah sampah. Setelahnya siswa membuat Hasta Karya dari sampah yang telah dibersihkan. Saat dilakukan refleksi kegiatan pun banyak feedback yang diberikan oleh para siswa, sehingga dapat disimpulkan mereka cukup memahami pentingnya pengolahan sampah yang baik dan benar.

(Siswa/i SLBN 2 Martapura bersama Ibu Rofa’atul Mahmudah, S.Pd melakukan kerja bakti di lingungan sekolah)
(Briefing dari Bapak Fauzan Ramadani, S.Pd sebelum membuat Hasta Karya berbahan sampah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *