Oleh : Bayti
In House Traning SLB Negeri 2 Martapura diadakan pada 9 Agustus 2022 dengan mengusung tema “Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Sekolah Luar Biasa”. IHT kali ini menghadirkan Ibu Hj. Ratna Djuwita Rini, M.Pd selaku Pengawas Sekolah untuk memaparkan materi mengenai Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Prosedur Perumusan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Materi ini diberikan sebagai tahap awal dari Mandiri Belajar yang dilaksanakan oleh SLB Negeri 2 Martapura. Output dari kegiatan IHT adalah semua guru dapat mengakses dan memaksimalkan PMM dan merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) sesuai dengan kondisi peserta didik di kelasnya.
Bapak Ernas Hudayanto, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai tahapan kedua dari praktik konsep dan struktur kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Merdeka, setelah sebelumnya diberikan materi konsep Kurikulum Merdeka pada KKG di Bulan Maret lalu. Diharapkan sebanyak kurang lebih 50 orang guru yang menjadi peserta IHT dapat memahami dan bersiap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Dalam sambutannya beliau juga menghimbau agar guru-guru SLB Negeri 2 Martapura aktif dalam mengikuti program peningkatan kompetensi baik yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik dan profesional maupun bidang vokasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkaya keterampilan peserta didik sebagai bekal mereka di masa depan.
Materi yang disampaikan narasumber terdiri dari Implementasi Kurikulum Merdeka, Pengenalan dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Prosedur Pembuatan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Tata Cara Penggunaan Platform Merdeka Mengajar oleh Ibu Hj. Ratna Djuwita Rini, M.Pd.
Narasumber memaparkan bahwa Capaian Pembelajaran (CP) SLB disusun berdasarkan CP reguler yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan ABK. CP ini bersifat fleksibel karena dibuat secara global dan dapat diterapkan untuk semua jenis hambatan anak (ketunaan) dengan patokan kondisi anak dengan hambatan intelektual (tunagrahita). Untuk peserta didik yang tidak memiliki hambatan intelektual, dapat tetap menggunakan CP yang sama dengan satuan pendidikan reguler.

Peserta IHT dengan antusias dalam menyimak materi dan praktik pelatihan mandiri kurikulum merdeka melalui PMM. Di samping itu, narasumber juga memandu peserta IHT untuk mendaftarkan komunitas belajar sekolah yaitu KKG SLBN 2 Martapura pada laman Komunitas Belajar guru.kemendikbud.go.id serta bergabung di kanal telegram IKM.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar guru terus meng-upgrade diri demi terciptanya Merdeka Belajar di kelasnya sehingga IKM dapat dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh.

