In House Training Pelatihan Tata Boga Bersama Chef Ihsan di SLB Negeri 2 Martapura

Oleh: BaytiKamis, 27 Oktober 2021

SLB Negeri 2 Martapura mengadakan kegiatan IHT Pelatihan Tata Boga atau kelas memasak bagi guru pada tanggal 25 s.d. 27 Oktober 2021 bertempat di ruang tata boga sekolah. IHT mengusung tema Produk Makanan Olahan yang diadakan dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan keterampilan guru SLB Negeri 2 Martapura terkait produk makanan olahan komersil. Peserta kegiatan terdiri dari beberapa orang guru, yakni Yeni Nurdianawati, S.Pd, Purnama Ningsih, S.Pd, Fathiyani, S.Ag, Rina Wulandari, S.Pd, Mellyanti, S.Pd, dan Adelia Ananda Putri, S.Pd. Pelatihan tata boga menghadirkan chef berkompeten di bidang Pastry Mochammad Ichsan Noor yang akrab dipanggil Chef Ichsan. Beliau merupakan Crew Instruktur Tataboga dan Public Speaking di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) BeeWorld Banjarbaru, Managerial dan Head Chef di Topi Culinary Agent dan konsultan bidang pengembangan SDM di organisasi Perkumpulan Pengusaha Jasa Boga Indonesia regional Kalimantan Selatan (PPJI) Kalsel.

Selama 3 hari, kegiatan IHT terdiri dari beberapa sesi, yakni sesi sharing ilmu mengenai resep produk makanan olahan mulai dari menu, alat dan bahan, serta cara-cara pembuatan beberapa resep. Selain diberikan teori, Chef Ichsan juga melibatkan peserta dalam praktek memasak. Hari pertama, peserta mengikuti praktek memasak roti dan pie buah susu. Materi hari kedua mengenai kue brownis, macaroni schotel, dan ayam tepung krispi. Hari ketiga, peserta IHT praktek memasak resep curry puff dan tahu krispi. Salah satu guru mengungkapkan kegemberiaannya saat mengikuti pelatihan. “Kita sebagai guru juga ingin agar peserta didik nantinya setelah lulus SMA bisa membuka usahanya sendiri dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan memasak yang diajarkan selama di sekolah” ujar Bu Purnama yang ditemui di sela-sela pelatihan.

Setelah menyelesaikan kegiatan ini, guru diharapkan dapat melakukan proses transfer ilmu kepada peserta didik mengenai produk makanan olahan. Keterampilan dan ilmu yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal ketika terjun ke masyarakat. Peserta didik menjadi mandiri dengan berwirausaha atau membuka usahanya sendiri yang menghasilkan produk makanan olahan baik berupa produk makanan olahan ekonomis maupun yang berkelas. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menjadi mandiri dan sejahtera, namun juga ikut memberi sumbangsih kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *