oleh: nurbayti rahmah
Sekolah kembali melaksanakan kegiatan P5 pada dengan tema kedua yaitu Kewirausahaan. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis tanggal 16 November di lapangan sekolah. Materi yang diberikan mengenai eksplorasi telur bebek khususnya telur asin. Tepat pukul 08.00 WITA kegiatan dimulai dengan doa bersama dan ice breaking yang dipimpin oleh tim pelaksana P5. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5-7 orang dan didamping oleh 3 orang guru.


Tahap pertama (pengenalan), yaitu games harta karun, masing-masing kelompok diminta mengumpulkan telur bebek dan telur ayam (telur artificial) yang telah di lingkungan sekolah. Games ini bertujuan untuk agar siswa-siswa mengenal jenis telur dan memahami arrti nilai gotong royong. Selanjutnya, penyampaian materi dari tim P5 mengenai materi perbedaan telur bebek dan telur ayam serta pemanfaatannya. Siswa diajak untuk mengeksplorasi mengenai telur yang baik dikonsumsi serta manfaat telur bebek dan telur ayam bagi tubuh manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam berpikir kritis.
Tahap kedua (kontekstual), masing-masing kelompok membuat mozaik kaligrafi dari kulit telur ayam dan bebek. Siswa diberikan bahan berupa lem, kulit telur ayam dan bebek, desain kaligrafi, dan bingkai. Siswa terlihat antusias dalam menyelesaikan tugas membuat mozaik. Pada tahap ini siswa dituntut agar kreatif dalam memadupadankan warna kulit telur menjadi sebagus mungkin. Di akhir kegiatan, siswa diminta menampilkan hasil karya kelompoknya. Selanjutnya guru melakukan refleksi mengenai kegiatan P5 yang telah dilakukan.Tahap ketiga (aksi) dan keempat (refleksi) berupa kegiatan membuat telur asin akan dilaksanakan pada Bulan Januari 2024.


Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan program pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan siswa yang memiliki target agar siswa menjadi agen perubahan yang bertanggungjawab dan aktif berkontribusi di masayarakat. Diharapkan setelah pelaksanaan P5 kali ini, siswa sisiwi lebih peka dalam mempelajari isu-isu penting di lingkungan sekitar mengenai kewirausahaan, sehingga siswa mampu menemukan solusi atas permaslahan yang ada dan memiliki motivasi yang tinggi dalam berkarya.

