KKG Kurikulum Merdeka Belajar di SLB Negeri 2 Martapura

oleh admin/ Selasa, 29 Maret 2022

KKG Kurikulum Merdeka Belajar (29/3/2022)

KKG SLB Negeri 2 Martapura kali ini diadakan pada 29 Maret 2022 dengan mengusung tema “Strategi dan Kiat Membangun Merdeka Belajar di Lingkungan Sekolah Luar Biasa”. Kurikulum Merdeka yang sebelumnya dikenal dengan Kurikulum Prototipe ditawarkan sebagai salah satu opsi pemulihan pembelajaran akibat pandemi covid-19.

Bapak Ernas Hudayanto, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan KKG pertama di tahun 2022. Kegiatan KKG kali ini membahas mengenai Kurikulum Merdeka Belajar dan bagaimana implementasinya di Sekolah Luar Biasa. Dengan Kurikulum Merdeka guru dapat memilih format, cara, materi esensial, dan pengalaman apa yang ingin diajarkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Selain memanfaatkan sumber belajar berupa buku teks, media berbasis digital menjadi salah satu sumber utama di era saat ini. Pemanfaatan berbagai media sebagai sumber belajar ini dalam rangka meningkatkan potensi peserta didik dengan tetap memperhatikan tata cara bermedia digital dengan baik dan benar. Dalam sambutannya, Bapak Ernas Hudayanto, S.Pd juga menghimbau bahwa guru-guru di SLB Negeri 2 Martapura harus aktif untuk mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi guru dan mutu sekolah, salah satunya Program Guru Penggerak. Program ini berfokus pada pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran).

KKG kali ini menghadirkan Ibu Hj. Ratna Djuwita Rini M.Pd. selaku Pengawas Sekolah untuk memaparkan materi mengenai Kurikulum Prototipe atau Kurikulum Merdeka Belajar. Di awal materi, narasumber meminta peserta KKG secara berkelompok merancang sekolah impian serta strategi dan kiat untuk mewujudkan mimpi tersebut yang dituangkan pada sebuah flipchart. Peserta KKG antusias dalam menyelesaikan rancangan sekolah impian untuk kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama narasumber.

Selanjutnya, narasumber memaparkan materi inti berupa kurikulum merdeka belajar. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum merdeka belajar bukan sebagai kurikulum pengganti, namun sebagai sebuah penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum merdeka belajar juga menjadi alternatif pemecahan masalah berupa krisis pembelajaran pasca pandemi covid-19.

Melalui kurikulum pembelajaran ini, struktur kurikulumnya lebih fleksibel, tujuan pembelajaran ditargetkan untuk satu tahun,
memberikan kesempatan kepada guru untuk memodifikasi berbagai perangkat bahan ajar seusai kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta adanya aplikasi (akun belajar.id) sebagai referensi untuk mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik. Pembelajaran di sekolah luar biasa dilaksanakan berlandaskan tujuan dan alur pembelajaran yang sesuai dengan usia mental peserta didik (terdiri dari klasifikasi Fase A s.d. F) dan selanjutnya dikembangkan modul ajar.

Dalam rangka pemulihan krisis pembelajaran, sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan diterapkan. Setiap masing-masing satuan pendidikan sekolah harus menyeragamkan kurikulum yang digunakan baik berupa Kurikulum 2013 secara penuh, Kurikulum Darurat, maupun Kurikulum Merdeka Belajar. Keunggulan Kurikulum Merdeka, yaitu lebih sederhana dan mendalam sehingga belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan, sekolah lebih leluasa dalam memberikan layanan pendidikan, lebih relevan dan interaktif melalui kegiatan asesmen diagnostik (akademik dan non akademik), formatif, dan sumatif.

Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka Belajar berupa penyediaan bahan ajar, melaksanakan pelatihan dan penyediaan sumber belajar, serta tersedianya jaminan jam menagjar dan kunjungan pretest dan posttest. Di samping itu, pemerintah juga menyediakan Platform Merdeka Belajar yang terdiri dari fitur ‘Mengajar’ berkaitan dengan perangkat pembelajaran dan asesmen peserta didik , fitur ‘Belajar’ mengenai pelatiham mandiri, dan fitur ‘Berkarya’ yang memuat bukti karya guru sebagai wadah berbagi inspirasi dan berkolaborasi.

Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberi ruang seluas-luasnya bagi peserta didik dalam berkreasi dan mengembangkan diri. Pelaksanaan KKG juga diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *