Oleh: Bayti – Kamis, 21 Oktober 2021

Kelompok Kerja Guru (KKG) kali ini dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2021 bertempat di ruang guru SLB Negeri 2 Martapura. Normansyah, S.Pd, Ketua KKG SLB Negeri 2 Martapura, memaparkan bahwa kegiatan KKG akan membahas mengenai template KKG, KI dan KD Muatan Lokal yang mengacu pada Produk Unggulan Sekolah, dan paparan terkait Guru Mitra. Harapan beliau semoga kegiatan KKG dapat membawa manfaat dan guru-guru dapat menggunakan template yang telah tersedia dengan semaksimal mungkin.
Ernas Hudayanto, S.Pd selaku Kepala Sekolah dalam sambutannya menjelaskan mengenai pembuatan RPP yang dimodifikasi menjasi RPP Daring pada masa pandemi. Beliau juga menjelaskan bahwa setiap sekolah wajib memiliki KI dan KD Muatan Lokal dan guru kelas harus memasukkannya ke perencanaan pembelajaran tematik. Selanjutnya, guru juga wajib melaporkan perkembangan anak secara rutin kepada orang tua berupa Laporan Harian. Laporan tidak hanya menjadi arsip administrasi pembelajaran, namun juga menjadi tolak ukur/ evaluasi bagi orang tua siswa.
Rudi Rahman, S.P, narasumber pertama, memaparkan mengenai kegiatan Guru Mitra yang telah beliau ikuti. Guru Mitra didesain oleh Direktorat oleh Pokja Komunitas. Guru Mitra diarahkan pada Program Khusus (Progsus), untuk meningkatkan kemandirian dalam Activity Daily Living (ADL) dan Keterampilan Vokasional. Materi yang diberikan terkait guru mitra adalah form asesmen berbagai ketunaan dan RPP Program Khusus. Narasumber juga menjelaskan bahwa asesmen dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka merencanakan pembelajaran di kelas pada awal semester.
Narasumber menjelaskan bahwa titik tolak pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) adalah asesmen. Asesmen merupakan tahapan penting karena melalui asesmen akan diperoleh kemampuan, kekurangan, dan kelebihan anak dalam pembelajaran. Di samping itu, proses dan pelaksanaan asesmen perlu didokumentasikan dengan baik sehingga laporan asesmen dapat dipahami oleh guru, orang tua, staf, dan pihak terkait lainnya. Beliau menjelaskan poin-poin dalam RPP yaitu, judul, identitas pembelajaran, profil kemampuan siswa, tujuan pembelajaran, indikator pembelajaran (berisikan kalimat yang operasional), kegiatan pembelajaran (kegiatan pendahuluan/ awal, inti, penutup), dan penilaian.
Syaibah, S.Pd.I, narasumber kedua, memaparkan materi mengenai pengembangan muatan lokal di setiap sekolah. Kurikulum muatan lokal dikembangkan dengan mempertimbangkan kearifan lokal di setiap daerah. Setiap sekolah memilih kearifan lokal yang berbeda-beda, berdasarkan hasil diskusi SLB Negeri 2 Martapura mengembangkan kurikulum muatan lokal yang berdiri sendiri mengenai keterampilan air guci. Selanjutnya, tugas guru adalah mengintegrasikan muatan lokal air guci dengan kurikulum tematik. Jenis-jenis muatan lokal dapat diimplementasikan dengan memasukkan ke berbagai mata pelajaran seperti SBdP. Seringkali mata pelajaran muatal lokal dikesampingkan, hal tersebut disebabkan oleh gulasi daerah yang kurang mendukung. Melalui kegiatan pengembangan kurikulum muatan lokal pada kegiatan KKG, guru dapat mengimplementasikannya melalui RPP tematik.
Materi ketiga disampaikan oleh Normansyah, S.Pd, asesmen berkelanjutan yang dilakukan di SLB Negeri 2 Martapura dapat dimulai dengan menggunakan form yang memuat deskripsi aspek perkembangan membaca, menulis, berhitung, dan program khusus. Asesmen berkelanjutan ini dibuat agar guru bisa mendeskripsikan perkembangan anak, dan orang tua dapat memonitoring kemajuan anak selama di sekolah. Form asesmen akan dibagikan setiap semester untuk guru kelas sesuai dengan jumlah siswa.
KKG rutin yang dilaksanakan SLB Negeri 2 harus menjadi wadah tersendiri untuk meningkatkan profesionalitas guru di sekolah. Setelah memperoleh materi mengenai pengembangan kurikulum tematik secara daring, guru diharapkan dapat merealisasikan RPP dan mempermudah pelaksanaan pembelajaran walaupun di masa pandemi.
